Postingan

"Relevansi Uang sebagai Motivator Utama: Ketika Gaji Tinggi Pun Tidak Mampu Menahan Karyawan Hebat"

Pernahkah Anda mendengar cerita atau bahkan mengalaminya sendiri tentang seorang rekan kerja yang kinerjanya brilian, gajinya fantastis, namun tiba-tiba menyerahkan surat pengunduran diri? Semua orang di kantor keheranan. "Dia digaji paling tinggi di divisi ini! Kurang apa lagi?" Pertanyaan klasik itu selalu muncul, mencerminkan keyakinan kuno yang mengakar: uang adalah motivator utama. Kita secara naluriah percaya, jika seseorang tidak termotivasi, tinggal naikkan saja gajinya. Sesederhana itu, bukan? Saya berpendapat, keyakinan bahwa uang adalah segala-galanya dalam Perilaku Organisasi modern adalah sebuah mitos yang berbahaya dan sudah kedaluwarsa. Di era konektivitas dan work-life integration saat ini, organisasi yang masih mengandalkan gaji sebagai satu-satunya senjata untuk menahan talenta terbaik, pada dasarnya sedang membangun di atas pasir. Mereka hanya membeli waktu, bukan loyalitas. Coba kita pikirkan sejenak. Jika uang adalah motivasi sejati, maka kita akan meliha...